Grip tape sering dianggap pelengkap, padahal lapisan amplas inilah yang menghubungkan kaki dengan papan. Pilihan kekasaran dan pola potongan memengaruhi kontrol, kenyamanan, dan gaya. Bagi sebagian rider, grip tape juga menjadi kanvas untuk mengekspresikan diri.
KM 1Tingkat kekasaran
Grip tape kasar memberi cengkeraman kuat yang dibutuhkan untuk downhill dan freeride, saat kaki tidak boleh bergeser sedikit pun. Grip tape lebih halus lebih nyaman untuk dancing dan cross-step karena kaki perlu bergerak bebas di atas papan.
Pertimbangkan juga sepatu Anda. Grip yang terlalu kasar akan cepat mengikis sol sepatu.
KM 2Pola potongan kotak dan garis
Rider sering memotong grip tape menjadi beberapa bagian, misalnya pola kotak-kotak atau garis diagonal, untuk tampilan unik sekaligus menandai posisi kaki. Celah di antara potongan juga membantu kaki merasakan posisi tanpa melihat.
Pola kotak berulang pada area tengah deck menjadi populer karena mudah dibuat dan memberi kesan grafis yang tegas.
KM 3Memasang tanpa gelembung
Bersihkan deck dari debu, lalu kupas pelindung grip perlahan sambil menempelkannya dari satu ujung ke ujung lain. Tekan dengan telapak tangan atau rol untuk mengeluarkan udara. Tusuk gelembung kecil dengan jarum lalu tekan rata.
Gores tepi deck dengan obeng atau logam untuk membuat garis potong, lalu potong rapi dengan cutter mengikuti garis tersebut.
KM 4Merawat grip tape
Bersihkan kotoran dengan sikat kering atau penghapus khusus grip. Hindari air berlebihan karena dapat melemahkan perekat dan merusak kayu deck.
Ganti grip tape jika permukaannya sudah licin atau terkelupas. Grip yang aus adalah penyebab umum kaki terpeleset saat mengerem.