Saat memilih longboard, bentuk deck adalah keputusan terpenting. Setiap lekuk dan potongan dirancang untuk fungsi tertentu. Memahami desain ini membantu Anda memilih papan yang sesuai gaya riding, bukan hanya mengikuti tampilan.
KM 1Pintail dan cruiser klasik
Pintail berbentuk seperti papan selancar dengan ujung yang meruncing di belakang. Bentuk ini memberi ruang untuk carving dalam tanpa roda menyentuh deck (wheel bite). Pintail cocok untuk cruising santai dan carving yang mengalir.
Bentuknya yang klasik juga menjadi favorit bagi yang mencari nuansa selancar di darat.
KM 2Drop-through dan drop-deck
Pada deck drop-through, truck dipasang melalui lubang di deck sehingga papan lebih rendah. Pada drop-deck, bagian tengah deck diturunkan. Papan yang lebih rendah lebih stabil dan lebih mudah untuk mendorong, cocok untuk perjalanan jauh dan freeride.
Kekurangannya, papan rendah kurang lincah untuk berbelok tajam dibanding papan top mount.
KM 3Kicktail dan top mount
Kicktail adalah ujung deck yang melengkung ke atas, memudahkan rider mengangkat bagian depan, berbelok tajam, dan melakukan trik. Deck top mount dengan truck di bawah deck memberi respons yang lebih tajam dan rasa yang lebih langsung.
Banyak papan freestyle dan dancing menggabungkan kicktail di kedua ujung.
KM 4Konkaf dan flex
Konkaf adalah lengkungan melintang yang membantu kaki 'mengunci' posisi. Konkaf dalam disukai rider downhill, sedangkan konkaf landai nyaman untuk cruising dan dancing.
Flex adalah kelenturan deck. Deck lentur nyaman dan terasa memantul untuk carving, sedangkan deck kaku lebih stabil pada kecepatan tinggi. Sesuaikan flex dengan berat badan dan gaya riding.